HUT Taspen Surakarta 43 Tahun

Bersama Kita Jalin Silaturahim Dan Komunikasi Tanpa Batas

Konco TJATOET 1701

Konco Gowes Tjatoet 1701 Dari Pabelan Kartasura

Gowes Paseduluran Minggu Delanggu

Gowes Bareng Madagaskar Dan Tjatoet 1701 Jalin Silaturahmi

Ketua Madagaskar Komandan Roy

Kumpul Para Sesepuh Komunitas Onthel Di Kota Boyolali

Kartasura 14 Maret 2016

Temu Kangen Paseduluran Komunitas Onthel Kartasura Dan Solo

Jumat, 20 Mei 2016

Kopdar Ke'Akraban Madagaskar Dan Tjatoet 1701

Selamat Pagi Onthelis..

Jumpa lagi dengan admin dipagi yang cerah ini..

Pada sehat semua kah ??

Alhamdulillah kalo pada sehat dan tentu’nya kabar pasti baek kan.. heuheu
Sesuai judul diatas, kali ini admin akan menceritakan kegiatan kegiatan onthelis madagaskar dan tjatoet 1701 selain kegiatan routin gowes minggu pagi yaitu KOPDAR. Apa tow sebener’e kopdar itu, mungkin ada pembaca  yang belum paham arti dari pada kopdar. KOPDAR adalah kepanjangan dari “Kopi Darat” istilah itu biasa dipake oleh para kaum Chating, Interkoman atau Komunitas Radio dan lain lain, dalam arti lain kopdar juga disebut  “Jumpa Darat” yang mana temen temen chating atau komunitas saling bertatap muka untuk keakraban silaturahmi.

Sudah Jelas kan !!

Naah.. selanjut admin akan menceritakan kegiatan kopdar onthelis madagaskar dan tjatoet 1701.
Jum’at malam (20/05/2016) onthelis madagaskar mengagendakan acara kopdar keakraban yang kebetulan acara tersebut diunduh atau diminta oleh Mas Bayu Nugroho “anggota madagaskar” untuk dolan paseduluran dirumah’nya, tak ada acara resmi disana hanya sekedar kongko kongko ngopi bersama temen onthelis untuk menjalin silaturahim dan komunikasi antar anggota. Dan tak lupa diacara kopdar tersebut madagaskar juga mengundang saudara muda’nya onthelis tjatoet 1701 untuk hadir memeriah’kan malam keakraban itu, Sendau gurau serta kelakar para onthelis memecah suasana malam yang begitu sepi saling bercerita pengalaman berkesan mereka saat sambangi  kota bandoeng kemarin dengan  penuh rasa suka duka seorang onthelis tandang keluar kota. Tak hanya itu, gagasan kegiatan dalam menghadapi bulan ramadhan juga dibahas pada malam hari itu, usul saran terlontar dari Mas Jhon yang mempunyai pemikiran atau saran kegiatan gugah – gugah sahur pada warga serta bakti sosial peduli kebersihan lingkungan sembari ngabuburit.


Malam semakin larut dan obrolan makin gayeng saja, tokoh kocak Mbah Suro kembali menghibur para onthelis dengan celoteh guyon’nya, semua onthelis terbahak bahak berguling guling melihat aksi kocak Mbah Suro yang menggelik. Namun di sisi lain dari aksi kocak’nya Mbah Suro membuka usulan tentang keikut serta’an pasukan madagaskar dalam acara kirap budaya kota kartasura yang akan diselenggarakan pada hari minggu 22 mei 2016 esok, usulan disambut positif oleh Komandan Roy (ketum madagaskar) beserta onthelis semua’nya  bahkan disana komandan roy memberikan saran kepada semua onthelis untuk kenakan pakaian adat jawa / jadoel dalam mengikuti acara kirap budaya tersebut. Diskusi persiapan ke’ikut sertaan kirab dimulai, usul saran terlontar dari masing masing anggota dan alhasil “sepakat” madagaskar & tjatoet 1701 ikut ambil bagian dalam acara kirab budaya kota kartasura.

Kongko guyonan serta hasil pemikiran yang mantap di malam itu, semoga kegiatan seperti diatas dapat dicontoh oleh komunitas sepeda tua lain’nya untuk menumbuhkan rasa persaudara’an yang akrab serta menjalin komunikasi tanpa batas sesuai slogan magadaskar.

Demikan pantauan kegiatan dari admin dan Ucapan terimakasih yang sebesar besar’nya kami hatur’kan kepada Mas Bayu Nugroho beserta keluarga atas jamuan makanan diacara kopdar ke’akraban madagaskar & tjatoet 1701.

Matur Nuwun Banget Nggih.. 

Ampun Kapok Ngundang Kami Lagi.. heuheu


Ditulis Oleh : WahYou Eka

Rabu, 18 Mei 2016

Kisah Nyata: SAMINO Si Onthel Tua

Selamat Pagi Para Sedulur Onthel..
Mungkin ada yang bertanya tanya mengenai judul diatas, Siapa sich sebener’e SAMINO ??

Naah.. berikut admin akan menjelas’kan siapa tow sejati’nya SAMINO, Tapi jangan berajak dulu dari layar monitor kalian nggih barang 1 menit  cos cerita’nya bisa gak nyambung lho.. heuheu

Untuk pemanasan, sekarang siap’kan selembar tisu buat jaga jaga kalo kalian nangis mbaca cerita’nya, terus ambil nafas dalam dalam dan hempas’kan perlahan berulang sampe 3 kali.

Udah Siap ??

Yuuk Cerita Admin Mulai..

Pada suatu ketika ada seorang pemuda lajang berusia 20’an tahun arti’nya antara 20 – 29 tahun, yang lagi penasaran kepengan mempunyai sepeda onthel. Tapi pada saat itu si pemuda lajang itu baru berurusan dengan kantong’nya alias kantong kempes atau “ora duwe duit” coro bahasa kasar’e. Akhir’nya pemuda itu memutus’kan untuk menjual BB milik’nya dengan alasan mau dituker dengan sepeda onthel, posting iklan sana – sini mencari pembeli  ketemulah pembeli yang baik hati dan pemuda lajang itu merasa senang dalam angan’nya “dilit engkas aku numpak onthel”, Bahasa hati’nya.  Setelah BB milik’nya terjual “kala itu 350rb” pemuda lajang tersebut berburu sepeda onthel di jual beli internet, selang beberapa hari kemudian dapat’lah apa yang dikarep’ne pemuda itu sepeda onthel model lanang dan saat itu penjual’nya temen fb asal mojolaban, dibeli’lah sepeda onthel itu dengan merogoh kocek 250rb.

Hati senang dan gembira kala itu si pemuda sudah kesampai’an hajat’nya, waktu berjalan cepat si pemuda merawat sepeda onthel milik’nya dengan keuletan tingkat dewa namun rasa kecewa yang didapat sebab sepeda onthel yang didapat menurut’nya gak enak tumpak’ane. Akhir’nya dengan rasa sedu sedan pemuda itu memutuskan menjual’nya kembali sepeda onthel milik’nya, posting iklan sana – sini mencari pembeli akhir’nya ketemulah seorang remaja pelajar asal colomadu dan dijual’lah sepeda onthel milik’nya dengan harga 150rb, Kecewa dan Sedih rasa dalam hati pemuda itu menanggung rugi “mosok bakul’an kok rugi”

Dengan modal sisa uang penjualan BB milik’nya 250rb pemuda itu nekat kembali berburu sepeda onthel berharap dapat yang lebih baik dari kemarin, Waktu berjalan cepat selang seminggu kemudian ada temen yang menawarkan sepeda onthel kondisi ndongkrok milik temen kerja’nya yang bernama SAMINO  “satpam diperusahaan swasta” lalu dilihat’lah kondisi sepeda itu, Pemuda lajang sempat terhentak dan terkaget kaget sebab kondisi sepeda onthel itu sunggu memprihatin’kan (tanpa sadel, tanpa merk dan usang) belajar dari pengalaman’nya yang nekat dibeli’lah sepeda onthel itu 60rb sesuai dengan kondisi’nya. Kembali dengan keuletan’nya pemuda lajang itu membangun sepeda onthel milik’nya secara perlahan mengingat dana hanya ada turanhan 190rb dari sisa modal jual BB’nya,  Rasa senang dan gembira kembali terpancar dari wajah polos pemuda lajang yang ngidam sepeda onthel.

SAMINO sebelum

Setelah sepeda dibangun jadi’lah sepeda onthel yang gagah dan mengasik’kan, Tutur’nya.
Merasa puas dan bangga pemuda lajang, kemudian nama pemilik sepeda onthel sebelum’nya ia semat’kan pada Sepeda yang dibeli’nya “SAMINO”
Naah.. udah tahu kan SAMINO itu nama pemilik sepeda onthel yang dibeli oleh pemuda lajang tersebut kemudian nama SAMINO dipakai’lah untuk menamakan sepeda onthel milik’nya,

Jelas Kan.. heuheu

Beberapa hari kemudian rasa penasaran kembali muncul dibenak pemuda lajang itu, ia bertanya tanya apa sebener’e merk sepeda milik’nya. Tanya kesana kesini alhasil belum mendapat jawaban yang memuaskan, namun secara tidak sengaja pemuda lajang melihat status fb teman’nya yang mencerita’kan tentang sepeda onthel “Mas Endra – Madagaskar” dengan rasa canggung pemuda itu menanya’kan merk sepeda milik’nya kepada mas endra melalui inbook, kiram kirim foto ciri ciri sepeda milik’nya dijawab’lah oleh mas endra: Sepeda itu merk Batavus sebab ciri ciri slebor dan braket sama persis milik’nya, Tutur’nya.

Rasa penasaran sedikit berkurang, namun tetep menggali sumber bukan dari satu sisi saja ia mondar mandir sana sini kembali menanya’kan merk sepeda onthel’nya dengan sedikit rasa penasaran. Akhir’nya ketemulah dengan seorang tua bernama Mbah Badar “maestro kebo” asal desa gumpang, beliau menerangkan secara rinci tentang ciri ciri sepeda milik’nya, terjawab sudah teka teki merk sepeda onthel pemuda lajang itu oleh Mbah Badar sang maestro kebo Itu merk Hartog / TeHa, Ungkap’nya.

SAMINO sesudah

Rasa puas, senang dan bangga si pemuda lajang setelah berhasil mengakhiri petualangan’nya pencarian Sepeda Onthe Kebo yang menjadi idaman’nya.

Sampai sekarang sepeda itu dinamakan SAMINO untuk  mengingat sejarah nama pemilik sebelum’nya.

Demikian cerita tentang SAMINO yang menjadi penasaran para pembaca semua’nya.

Sekian Nggih Luur, dan Kalo Ketemu SAMINO dijalan mohon disapa nggih..


Kisah Nyata Ditulis Oleh : WahYou Eka

Selasa, 17 Mei 2016

Asal Usul Berdiri'nya Komunitas Sepeda Tua TJATOET 1701

Selamat Sore Semua..
Jangan Pada Bosen Yaw, Mampir Mampir Di Website Kami..

Alhamdulillah puji syukur kami panjat’kan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dengan kekuatan Rahmat dan Barokah-NYA kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis dan membaca posting’an ini, Amiin Ya Robal’alamin..

Untuk kali ini admin akan mencerita’kan tentang asal usul komunitas sepeda tua saudara muda kami yaitu “Komunitas Sepeda Tua Tjatoet 1701”.

Sebelum  cerita lebih jauh admin perkenal’kan dulu sekilas pengalamatan komunitas tersebut, Komunitas Sepeda Tua Tjatoet 1701 dimaksud bermarkas di Kartasura Timur tepat’nya di Jl.Slamet Riyadi 289 – Jembangan – Pabelan. Naah.. itu sekilas pengalamatan letak posisi keberadaan komunitas tjatoet tersebut.

Asal Muasal Komunitas Sepeda Tua Tjatoet 1701 bermula dari kegiatan iseng bersepeda minggu pagi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, itu’pun sepeda yang dipakai bukan sepeda tua namun sepeda “federal”,  Kegiatan bersepeda minggu pagi itu berjalan dari bulan Oktober  2015 tahun lalu. Waktu berjalan cepat dan disetiap kegiatan gowes kita selalu berpapasan dijalan dengan rombongan komunitas sepeda tua atau goweser sepeda kebo, dari sana’lah salah satu anggota kelompok gowes federal itu “WahYou Eka” tertarik dengan kelompok atau komunitas tersebut dan secara kebetulan diberanda facebook’nya ada sebuah posting status teman fb yang menyangkut masalah komunitas sepeda kebo.

Berikut Percakapan’nya Dibulan November 2015:


Rasa ketertarikan pada sepeda tua makin bertambah, akhir’nya WahYou Eka, Susanto dan Dody putuskan untuk membeli sepeda kebo bareng bareng. Sepeda kebo yang mereka beli itu’pun bukan sepeda kebo kelas mahal namun sepeda kebo kelas murahan harganya’pun berkisar antara 100 – 200 ribu, dari keuletan mereka bertiga membangun sepeda kebo milik’nya dengan penuh semangat lambat laun rasa ketertarikan pada onthel kebo menular kepada teman teman sekitar bahkan seorang maestro kebo asal desa gumpang “Kusmanto” ikut bergabung meramaikan suasana gowes onthel kebo.

Tepat ditanggal 17 Januari 2016 kita jadwalkan gowes perdana sepeda kebo milik kita walau tanpa nama komunitas onthel, ada’pun route’nya Pasar Delanggu – Pasaran Gawok  dipasaran gawok kita bertemu dengan para petinggi komunitas sepeda tua Madagaskar – Kartasura (pak roy & mas endra) disana kita ngobrol ngobrol tentang per’keboan / komunitas,  akhir’nya terjalin’lah komunikasi paseduluran onthel kebo kita dan madagaskar – kartasura.


20 Februari 2016 kita menjalin hubungan paseduluran dengan Madagaskar diacara Malam Ke’Akrapan di halaman gedung BPR kartasura, tentu’nya silaturahim dan perkenalan tujuan  kita kesana. Pak Roy – Mas Endra dkk menyambut kita dengan salam paseduluran “tambah konco tambah panjang umur” disana sempet ditanya apa nama komunitas kita, Jawab: sementara no name dulu belum kepikir untuk membuat nama komunitas.


Seiring berjalan’nya waktu banyak pertanyaan pertanyaan dari anggota goweser kita tetang penamaan perkumpulan yang semula tujuan kita hanya sebatas pecinta gowes sepeda tua, akhir’nya di awal bulan April 2016 melalui kopdar malam minggu tercipta’lah nama komunitas sepeda tua “TJATOET 1701”. Penamaan Tjatoet itu sendiri diambil dari filosofi alat penjepit yang berfungsi untuk memedarkan suatu masalah, sedang’kan 1701 diambil dari perjalanan gowes onthel kebo perdana kita yang bertepatan pada tanggal 17 bulan 01 (17 januari).

Dalam arti lain TJATOET kependek’an dari kepanjangan  : Tjah Tosuro Etan

Filosofi Tjatoet atau Alat Penjepit:

Memedarkan atau Mencabut permasalahan permasalahan yang menghantui dalam kehidupan kita.
Kesehatan akibat kurang olah raga, Stres akibat problem keluarga, Telmi akibat kurang pergaulan dan lain lain dimedarkan atau dicabut dengan tujuan komunitas Tjatoet yaitu: Menjalin Paseduluran Tanpa Pagar, Saling Mengisi dan Mengingat’kan serta Memberikan Motifasi dan Solusi antar anggota.

Tujuan Komunitas Sepeda Tua Tjatoet 1701:

Menjalin Hubungan Paseduluran Tanpa Pagar dan Menggerak’kan semangat mencintai warisan leluhur “sepeda onthel kebo” kepada kalayak khusus’nya putra putri kartasura.
Tjatoet 1701 sendiri hanya sebagai komunitas sepeda tua tingkat rayon atau suku daerah, bertujuan ikut serta menggerak’kan dan  mengajak para generasi generasi muda kartasura untuk mencintai / melestarikan warisan leluhur “sepeda kebo” melalui komunitas  rayon atau suku didaerah’nya masing masing yang akhir’nya menjadi satu komunitas kartasura yaitu MADAGASKAR – KARTASURA yang menjadi ikon kebanggaan warga kartasura.

Demikian sekilas asal usul komunitas sepeda tua “TJATOET 1701” saudara muda MADAGASKAR – KARTASURA


Ditulis Oleh : WahYou Eka

Senin, 16 Mei 2016

Madagaskar Panen Doorprize HERITAGE TRAIL with Putra Putri Solo

Minggu (15/05/2016) hari keberuntungan onthelis madagaskar – kartasura, Kenapa Bisa ??

Naah.. saat event HERITAGE TRAIL with Putra Putri Solo kemarin onthelis madagaskar panen Doorprize di acara tersebut. Puluhan  doorprize yang diberikan paguyuban putra putri solo “panitia” berupa: Kalung Motif RojoMolo, Voucer Gratis Naik Bus Tingkat Werkudoro, Baju Batik Khas Solo, Nginep Hotel Gratis dan masih banyak lain’nya.


Sebelum pembagian doorprize itu  kita disuguhi acara acara sangat menarik dari pentas anak band sampai seni tari yang itu semua diperankan oleh putra putri solo. Sembari menunggu acara yang di nantikan “pengundian hadiah” kita sempet curi curi jebret kamera hp, tentu’nya tak lain dan tak bukan wajah cakep putra putri solo’lah yang menjadi obyek kamera kita, (peran fotografer) hehehe.

Sebelum admin melanjutkan cerita tentang panen doorprize, admin akan sedikit mengutip sejarah.

Pertanyaan: Kenapa panitia HERITAGE TRAIL with Putra Putri Solo memilih Kalung Motif Rojo Molo untuk doorprize acara tersebut ??

Naah.. disini admin bisa menangkap signal yang dipancarkan oleh panitia, Tujuan’nya adalah: untuk mengenal’kan kepada kalayak bahwa Rojo Molo itu masih ada bagian dari cerita sejarah solo.

Kok bisa ??

Mengutip penjelasan dari Pak Tom Tirta & Pak Supri “onthelis madagaskar” di akun groub WA, konon cerita ROJO MOLO itu adalah sebuah ukiran kayu untuk kepala perahu yang sekarang disimpan di museum kasunanan surakartan. Lain cerita rojo molo dipercaya bisa menyedot air dengan cepat saat kota solo banjir bandang ditahun 65, Ungkap’nya.

Kalung Motif Rojo Molo
Kembali Cerita Diatas.. hehehe

Hati senang tambah paseduluran, sehat dan yang paling menggembirakan dapet  doorprize naik bus tingkat werkudoro, ujar Mas Benk salah satu onthelis madagaskar – kartasura. Tak hanya Mas Benk saja yang berhasil dapet doorprize namun Pak Edy, Mas Jhon, Pak Supri dan lain’nya juga mendapatkan’nya. 

Minggu kemarin penuh kegembira’an buat onthelis madagaskar, sangat cucuk sekali dengan penampilan mereka yang penuh semangat di bela bela’in ber’koustum jadoel ala pejuang 45.

Namun lain cerita, Sang Ketum Madagaskar “Komandan ROY” justru nasip belum beruntung mendapatkan doorprize di acara  HERITAGE TRAIL with Putra Putri Solo tersebut. Admin menyimak perbincangan onthelis madagaskar lewat akun groub WA semalem Sang Komandan diserbu dengan foto pose Naik Bus Tingkat oleh Mas Benk dkk saat mereka menukar’kan voucer gratis’nya. Tak lain dan tak bukan itu hanya’lah guyonan semata dalam onthelis madagaskar bersosial.

Naik Bus Tingkat Werkudoro Bersama Putra Putri Solo
Komandan ROY

Hehehe.. Sabar Komandan di event selanjut’nya kamu harus bisa !!

Ditulis Oleh : WahYou Eka

Sabtu, 14 Mei 2016

Komandan ROY With Madagaskar Ngepit Bareng Putra Putri Solo

Selamat Berkunjung Di Website Madagaskar Kartasura Luur..
Pada Sehat Semua To Kalian..
“Salam Madagaskar dan Salam Konco Tjatoet”

Sebelum admin mengulas kegiatan onthelis madagaskar minggu ini (15/05/2016) admin mengajak pembaca semua’nya untuk sejenak menunduk’kan kepala mengenang tragedi 18 tahun (tanggal, 15 mei 1998) silam yang bertepatan pada hari ini, kita doa’kan semoga para pahlawan reformasi yang telah berjuang untuk perubahan bangsa kita INDONESIA mendapati ganjaran dari-NYA.


Ber’Doa Mulai !! 

Hari “Minggu” adalah hari yang ditunggu tunggu para onthelis madagaskar dan onthelis tjatoet, sebab pada hari itu’lah mereka mengadakan kegiatan routin gowes onthel keliling desa desa atau’pun pusat kota. Hari libur yang menyenangkan untuk temu jalin silaturahim dengan teman sesama pecinta sepeda tua, selain kegiatan gowes biasa “jaga kesehatan” acap kali onthelis madagaskar maupun tjatoet mendapati undangan atau ajak’an dari komunitas onthel lain untuk hadir di acara event kota atau memeriahkan peringatan / perayaan dikantor kantor.

Naaah.. kali ini (minggu, 15/05/2016) onthelis madagaskar dan tjatoet mendapat kehormatan “undangan” dari komunitas Onthel Lawas Solo besutan Mas Didik untuk menghadiri acara yang bertajuk “Ayo Ngepit Bareng Putra Putri Solo”. Adapun route perjalanan’nya yaitu: Ngarsopuro, Kampoeng Batik Kauman, Keraton Kasunanan Surakarta, Benteng Vastenburg, Titik Nol Km Solo, Makunegaran, dan finish di Balekambang Solo.

Seperti biasa para onthelis madagaskar dan onthelis tjatoet start dari mabes masing masing skitar pukul 06.00 pagi mereka saling janjian sebelum’nya, namun untuk minggu ini sehubungan kita mau menghadiri acara event kota yang secara kebetulan arah perjalanan dari kartasura ke timur maka onthelis madagaskar nyamperin di mabes tjatoet untuk berangkat bersama sama.
Sebagai komunitas onthel yang taat peraturan, mereka selalu tertip berlalu lintas serta patuh pada rambu rambu yang ada. Naah.. yang ini patut dicontoh buat komunitas onthel yang lain nggih, heuheu.

Derap langkah roda onthel menggelinding dijalan ber’aspal, se’orang kameramen handal “Pak Roy” selalu meliput dokumentasi melalui shot video’nya. Selain sebagai ketum madagaskar Pak Roy juga punya talenta bakat sebagai video citizen yang acap kali hasil garapan’nya menjadikan dokumentasi kenangan buat para onthelis madagaskar dan onthelis tjatoet, Cayoo Pak Roy.. heuheu
Salam Onthelis Nusantara..

Setiba di ngarsopuro onthelis madagaskar dan tjatoet langsung disambut teman teman onthelis solo, kita saling berbagi cerita, foto bersama  serta mengatur posisi parkir sepeda onthel kita sebelum star “Ngepit Bareng Putra Putri Solo” dilangsung’kan. Event paguyuban putra putri solo tersebut dibuka oleh pidato wakil wali kota solo (pak purnomo) skitar pukul 06.50 wib.

Wawali Kota Solo Buka Acara Ngepit Bareng Putra Putri Solo

Tit tit.. Tit tit.. Tit tit.. pertanda waktu barisan ngepit bareng putra putri solo akan di start’kan.
Salah satu panitia penyelenggara bersama Pak Purnomo (wawali kota solo) memberangkat’kan rombongan ngepit bareng putra putri solo, untuk tujuan pertama kita singgah di keraton kesunanan surakarta disana melalui dinas pariwisata solo yang diwakili oleh putra putri solo menerangkan sejarah bangunan keraton solo tersebut dan seterus’nya rombongan sepeda onthel singgah ditiap tiap bangunan bersejarah kota solo lain’nya.

Sehat.. Menarik dan Tambah Pengetahuan, kegiatan gowes minggu ini benar benar mengesan’kan Luur.. heuheu

Lanjut ke perjalanan ngonthel, dari kejauhan sayup sayup terdengar suara musik dari panggung yang kebetulan posisi kita sudah mendekati Taman BaleKambang, Arti’nya: tempat finish sudah didepan mata. Naah.. ditaman balekambang kita disuguhi kesenian kesenian jawa serta batik fasion show yang dibawakan oleh paguyuban putra putri solo, Woow..  putri putri solo sungguh bener bener membuka mata kita dari rasa kantuk setelah kelelahan bersepeda, sebener’nya admin naksir lho salah satu putri solo itu tapi apa daya tangan tak sampe ..hahaha

Taman BaleKambang - Madagaskar & Tjatoet
Putra Putri Solo 2015
Kesenian Budaya Oleh Putra Putri Solo
Madagaskar With Putra Putri Solo Ber'Pose

Suka.. Gembira tiada tara rasa kita disana untuk menikmati suguhan yang disajikan oleh putra putri solo.

Udahan nggih Luur cerita admin.

Admin mohon undur diri mau istirahat sebentar sembari mbayangin wajah cantik putri solo tadi.
Bye.. Bye..

Ditulis Oleh : WahYou Eka