HUT Taspen Surakarta 43 Tahun

Bersama Kita Jalin Silaturahim Dan Komunikasi Tanpa Batas

Konco TJATOET 1701

Konco Gowes Tjatoet 1701 Dari Pabelan Kartasura

Gowes Paseduluran Minggu Delanggu

Gowes Bareng Madagaskar Dan Tjatoet 1701 Jalin Silaturahmi

Ketua Madagaskar Komandan Roy

Kumpul Para Sesepuh Komunitas Onthel Di Kota Boyolali

Kartasura 14 Maret 2016

Temu Kangen Paseduluran Komunitas Onthel Kartasura Dan Solo

Kamis, 12 Mei 2016

Mbah Suro & Mbah Semar Tokoh Kocak Onthelis Madagaskar

Lucu, Kretif dan Menghibur cara cara bersosial para onthelis madagaskar kepada teman anggota lain’nya. Berikut  salah satu contoh yang diperan’kan oleh Mbah Suro (onthelis madagaskar) lewat video demo iklan’nya beliau sangat menghibur bagi teman teman onthelis.

Usia boleh dibilang sudah tua, namun semangat kreatifitas beliau untuk menghibur teman teman  onthelis dengan aksi kocak’nya sungguh luar biasa. Tak lain dan tak bukan aksi kocak’nya hanya semata mata untuk membuat onthelis madagaskar semakin erat, kompak dan menyatu tidak membedakan usia maupun status sosial.

Tak hanya Mbah Suro, satu lagi onthelis madagaskar yang kocak dalam bersosial pada para onthelis. Sebut saja: Beliau adalah Mbah Semar,  goyangan goyangan yang beliau tampilkan saat madagaskar touring “gowes”  dengan berbekal Mp3 Book mbah semar selalu suguh'kan hiburan yang tak lain hanya semata mata buat pelepas lelah saat onthelis madagaskar sedang ber’istirahat.

Klik Lihat Video Iklan Kocak Mbah Suro:


Cayoo Mbah Suro.. Cayoo Mbah Semar..
Salam Kreatif Buat Madagaskar..

Mbah Semar (kiri) & Pak Roy (kanan)
Ditulis Oleh : WahYou Eka

Rabu, 11 Mei 2016

Soekarno Dan Ibu Fatmawati Naik Sepeda Onthel Di India

photo ambil dari google

Di tahun 1950, presiden Soekarno mendapat undangan dari presiden India Rajendra Prasad untuk berkunjung ke India guna merayakan perayaan kemerdekaan bangsa India dari penjajahan Inggris. Turut serta dalam rombongan presiden republik Indonesia itu adalah Ibu Negara, Fatmawati. Rombongan ini bertolak dari Indonesia pada 23 Januari 1950. Setiba di India rombongan disambut Presiden Rajendra Prasad yang ketika itu berusia 70 tahun.

Setelah beberapa hari tinggal dan dijamu di istana kepresidenan, Bung Karno dan rombongan diundang perdana menteri India yang bernama Jawaharlal Nehru, dan diminta bermalam di rumahnya yang begitu besar dan indah. Fatma sangat mengagumi rumah Nehru yang berkonsep tradisional swadesi. Semua perabot dan perlatan rumah sang perdana menteri yang asli buatan bangsa India sendiri.

Dalam waktu singkat, Fatma sudah sangat akrab dengan Nehru. Ketika itu, usia Fatma baru 28 tahun. Nehru menyayangi Fatma bagaikan anaknya sendiri. Setiap jalan beriringan, Nehru selalu menggandeng tangan Fatma.

Nah, tibalah acara rekreasi. Salah satu objek yang wajib dikunjungi ketika kita ke India tentunya Taj Mahal. Sebuah musoleum yang begitu megah nan indah. Bangunan kuno ini terletak di Agra, Uttar Pradesh. Bangunan berarsitektur Islam India itu dibuat oleh Raja Mongol Shah Jehan pada 1627 – 1666, sebagai hadiah untuk permaisuri sang raja yang cantik jelita. Permaisuri yang ayu ini meninggal dunia pada 1631.

Iring-iringan mobil rombongan petinggi negara ini pun beranjak menuju Agra. Namun ketika dalam perjalanan ban mobil yang dinaiki Bung Karno dan Bu Fatma kempes. Alhasil, mobil yang digunakan presiden Indonesia pertama ini pun berhenti. Bung Karno pun mengajak Bu Fatma keluar dari mobil.

Selagi sopir, pengawal, ajudan sibuk mengganti roda ban mobil, Bung Karno menghampiri seorang warga India yang bersama masyarakat lain menyaksikannya di pinggir jalan. Entah apa yang disampaikan Bung Karno, yang pasti sebentar kemudian warga India itu menyerahkan stang sepeda kepada Bung Karno.

“Ayo Fat,” ajak Bung Karno.

Bu Fatma kaget diajak sang suami naik sepeda. Sambil melangkah ragu mendekati Bung Karno, Bu Fatma berkata “Apakah kita akan melanjutkan perjalanan dengan sepeda. Masih jauhkah untuk sampai di Taj Mahal.  Apa reaksi para petugas protokol kenegaraan India nantinya. Tamu negara kok boncengan sepeda,”
Belum semua pertanyaan itu terjawab, ketika Bu Fatma menempelkan pantatnya diboncengan sepeda. 

“Sudah siap, ayo kita bersepeda,” kata Bung Karno sambil mulai mengayuh sepeda, memboncengkan Fatmawati, menyusuri jalan menuju Taj Mahal di Uttar Pradesh.

Penasaran apa yang terjadi selanjutnya? Yaaa tentu saja selesai petugas mengganti roda, mobil segera menyusul Bung Karno, dan memohon agar presiden Indonesia itu naik mobil kenegaraan kembali. Bagaimana sepedanya? Yaa langsung dikembalikan ke tangan pemiliknya dengan satu catatan sejarah, “Sepeda ini pernah dinaiki Presiden Republik Indonesia, Sukarno dan istrinya, Fatmawati” 

(Oldbike In History, Sumber : wisbenbae. Foto koleksi kitlv, pada foto Bung Karno dan Bu Fatmawati berboncengan naik sepeda di Agra, Uttar Pradesh, India 1950)

Sumber : FB Oldbike In History

Selasa, 10 Mei 2016

VIDEO: Madagaskar Kartasura Untuk BLO IV - Bandoeng


Video ini suatu dokumentasi perjalanan kami "MADAGASKAR" waktu menghadiri event akbar BLO IV - Kota Bandoeng pada 06 - 08 Mei 2016 kemarin.

Pengambilan video oleh Mahendra salah satu onthelis madagaskar dari manuver drone yang ia kemudikan. Video berdurasi sekitar 9:44 menit ini menceritakan perjalanan komunitas onthel madagaskar mulai dari awal sampai akhir perjalanan pulang. Ceki Dooot >>>

Berikut Link Youtube dan Selamat Menikmati:



Diunggah Oleh : I_Mahendra

Madagaskar Untuk BLO IV - Bandoeng

“Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang”

Begitu satu potongan lirik lagu “Guru Oemar Bakri” yang dibawakan Iwan Fals di album Sarjana Muda pada tahun 1981. “Guru Oemar Bakri”, satu lagu yang langsung terbesit saat mendengar kata sepeda onthel atau sering disebut juga dengan sepeda kumbang.

Sepeda onthel ini memang memiliki nilai yang lebih dari segi keunikan bentuk serta sejarah yang melekat di dalamnya. Tak jarang kita melihat berbagai film berlatar jaman perang dunia ataupun foto dari buku sejarah memperlihatkan bahwa onthel menjadi kendaraan masyarakat saat sebelum kendaraan bermesin belum banyak digunakan. Oleh karena itu onthel kini memiliki nilai prestisius tersendiri yang membuat harganya cukup melambung di pasaran tak kalah dengan sepeda gunung.

Nilai yang dimiliki oleh onthel inilah yang membuat berbagai macam komunitas sepeda onthel hadir di tengah-tengah masyarakat, beberapa di antaranya adalah PSBB (Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng) dan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia). Dari tahun ke tahun penggemar sepeda onthel ini terus bertambah seiring dengan makin besarnya komunitas onthel serta kencangnya arus informasi melalui media internet. Oleh karena itu PSBB yang didukung oleh KOSTI menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk “Bandoeng Laoetan Onthel” yang digelar untuk keempat kalinya di Bandung pada 6-8 Mei 2016 bertempat di Gudang Persediaan PT. KAI Jl. Sukabumi No,20 Bandung. Sumber : http://yourbandung.com/


Tak hanya itu, namun komunitas onthel “MADAGASKAR” dari kota kartasura – sukoharjo juga turut serta hadir dipagelaran acara BLO IV kota bandung tersebut. Belasan anggota pasukan madagaskar berangkat dari kartasura jumat petang sekitar pukul  17.00 wib. Dengan membawa misi nguri uri kabudayan kasunanan surakarta para onthelis madagaskar menampil’kan seragam atau pakaian Surjan Peranak’an alias “klambi lurik”, walau sebetul’nya khas motif lurik berasal dari kota jogjakarta namun dengan sentuhan kolaborasi ageman ke’soloan MADAGASKAR tampil menawan membawa’kan budaya khas jawa solo.

Puas, Bangga, Capek dan sebagai’nya rasa bercampur aduk saat kami wawancari dua anggota madagaskar (mas jhon & mas endra) sepulang dari event akbar tersebut. Selepas dari BLO IV – Bandung madagaskar akan melawat ke kota pahlawan yaitu: surabaya yang insyaallah pagelaran temu onthel nusantara akan diselenggarakan masih dibulan bulan ini.

Congratulations And Success Madagaskar...

Ditulis Oleh WahYou Eka


Kamis, 05 Mei 2016

Sehari Jelang Keberangkatan Madagaskar Ke BLO IV

Sehari jelang keberengkatan pasukan onthelis MADAGASKAR – KARTASURA ke event akbar Bandoeng Laoetan Onthel IV. Setelah beberapa hari sebelum’nya semua disibukan dengan persiapan persiapan keberangkatan mulai dari seragam yang akan dikena’kan, pembelian tiket kereta dan pembuatan id card kini tibalah saat’nya hari yang ditunggu tunggu’nya  yaitu hari keberangkatan MADAGASKAR di acara BLO IV kota Bandoeng.

(Jumat, 06/05/2016) esok belasan pasukan madagaskan akan menghadiri event akbar tersebut, namun sebelum’nya berbagai masalah telah menghantui’nya dari kesalahan ketik nama terang pada tiket kereta, tidak kebagian’nya tiket kereta oleh 3 orang anggota madagaskar dan kini ia dititip’kan pada komunitas Koboy – Boyolali, dan lain lain. Bukan Pasukan Madagaskar kalau tidak bisa melewati masalah dengan mulus ..heuheu
Semua sudah terbilang kelar dan tinggal menunggu jam peberangkatan saja.


Naah... Disini ada fenomena yang menarik dari salah satu anggota madagaskar, sebut saja “MAS BENK” ia sangking semangat’nya sampe beberapa hari ini susah makan dan tidur ..heuheu
Tapi itu semua tidak mempengaruhi berat badan’nya yang lebih, tetep diatas 80 kg dan siap pancal sepeda kebo’nya di BLO IV mendatang.



MADAGASKAR satu satu’nya komunitas onthel yang akan mewakili kota kartasura di event akbar tersebut. Maka dari itu warga kartasura turut bangga atas keterwakilan’nya di gelaran event akbar “khusus’nya pecinta sepeda onthel”

Jaya.. Jaya Selalu Madagaskar !!

Dan Salam Semangat Buat Mas Benk !!

Ditulis Oleh : WahYou Eka